Dalam suratnya, Gates menilai praktik tersebut sebagai bentuk pencurian terhadap hasil kerja para pengembang perangkat lunak.

 

“Sebagaimana yang pasti disadari oleh sebagian besar penghobi, kebanyakan dari Anda mencuri perangkat lunak Anda. Perangkat keras harus dibayar, tetapi perangkat lunak dianggap sebagai sesuatu yang bisa dibagikan secara gratis,” tulis Gates, dikutip dari berbagai sumber pada Sabtu (15/08/2026).

 

Menurutnya, banyak orang bersedia mengeluarkan uang untuk membeli perangkat keras komputer, tetapi enggan membayar perangkat lunak yang justru menjadi otak dari sistem tersebut. Kondisi itu membuat pengembang kesulitan memperoleh keuntungan yang layak dari hasil kerja mereka.

 

Gates kemudian menjelaskan bahwa pembuatan perangkat lunak membutuhkan biaya besar, mulai dari pengembangan program, penggunaan komputer, pembuatan dokumentasi, hingga distribusi produk. Karena maraknya pembajakan, bisnis yang dijalankan Micro-Soft saat itu nyaris hanya mampu menutup biaya operasional.

 

Meski bernada keras, surat tersebut sebenarnya merupakan ajakan kepada komunitas penghobi komputer agar lebih menghargai karya para pengembang. Gates percaya industri perangkat lunak akan berkembang jauh lebih cepat apabila pengguna bersedia membayar produk yang mereka gunakan.