estoria.id - Jauh sebelum menjadi salah satu orang terkaya di dunia dan ikon industri teknologi, Bill Gates pernah melayangkan kritik keras kepada para pengguna perangkat lunak bajakan. Bahkan, pendiri Microsoft itu secara terbuka menyebut mereka sebagai “pencuri” dalam sebuah surat yang kini menjadi bagian penting sejarah industri komputer.
Surat berjudul An Open Letter to Hobbyists itu ditulis oleh Bill Gates pada Februari 1976, tepat sekitar 50 tahun lalu. Saat itu, Microsoft—yang masih menggunakan nama Micro-Soft—baru merintis bisnis perangkat lunak dan menghadapi persoalan yang hingga kini masih relevan, yakni pembajakan software.
Dalam surat tersebut, Gates mengungkap kekecewaannya terhadap banyak pengguna komputer yang menyalin dan menyebarkan program Altair BASIC tanpa membayar lisensi resmi. Padahal, perangkat lunak tersebut merupakan produk komersial pertama yang dikembangkan bersama rekannya, Paul Allen.
Altair BASIC sendiri dibuat khusus untuk komputer MITS Altair 8800, perangkat yang dikenal sebagai salah satu pelopor revolusi komputer pribadi pada era 1970-an. Meski hadir dengan spesifikasi sederhana dan bahkan tidak dilengkapi keyboard maupun layar dalam paket standarnya, Altair 8800 berhasil melahirkan komunitas penghobi komputer yang berkembang pesat.
Namun, popularitas itu justru memunculkan masalah baru. Banyak pengguna menikmati Altair BASIC tanpa membeli produk resmi. Gates mengaku menerima berbagai masukan dari ratusan pengguna program tersebut, meski sebagian besar di antaranya tidak pernah membayar.
Dalam suratnya, Gates menilai praktik tersebut sebagai bentuk pencurian terhadap hasil kerja para pengembang perangkat lunak.
“Sebagaimana yang pasti disadari oleh sebagian besar penghobi, kebanyakan dari Anda mencuri perangkat lunak Anda. Perangkat keras harus dibayar, tetapi perangkat lunak dianggap sebagai sesuatu yang bisa dibagikan secara gratis,” tulis Gates, dikutip dari berbagai sumber pada Sabtu (15/08/2026).
Menurutnya, banyak orang bersedia mengeluarkan uang untuk membeli perangkat keras komputer, tetapi enggan membayar perangkat lunak yang justru menjadi otak dari sistem tersebut. Kondisi itu membuat pengembang kesulitan memperoleh keuntungan yang layak dari hasil kerja mereka.
Gates kemudian menjelaskan bahwa pembuatan perangkat lunak membutuhkan biaya besar, mulai dari pengembangan program, penggunaan komputer, pembuatan dokumentasi, hingga distribusi produk. Karena maraknya pembajakan, bisnis yang dijalankan Micro-Soft saat itu nyaris hanya mampu menutup biaya operasional.
Meski bernada keras, surat tersebut sebenarnya merupakan ajakan kepada komunitas penghobi komputer agar lebih menghargai karya para pengembang. Gates percaya industri perangkat lunak akan berkembang jauh lebih cepat apabila pengguna bersedia membayar produk yang mereka gunakan.
Ia bahkan mengungkapkan ambisinya untuk memperluas tim pengembang dan menciptakan lebih banyak software berkualitas jika kondisi bisnis memungkinkan.
“Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi saya selain mempekerjakan sepuluh programmer dan membanjiri pasar penghobi dengan perangkat lunak berkualitas,” tulisnya.
Surat terbuka itu kini dikenang sebagai salah satu dokumen paling berpengaruh dalam sejarah industri teknologi. Selain mencerminkan perjuangan awal Microsoft, surat tersebut juga menunjukkan bahwa perdebatan soal pembajakan perangkat lunak ternyata sudah muncul sejak masa-masa awal lahirnya komputer pribadi.