Ada pengalaman seorang ibu yang diturunkan kepada anaknya.

 

“Yang melatih baca puisi, Alhamdulillah, saya sendiri. Benar-benar dari mau sampai di titik ini,” kata Arimas.

 

Ia mengajarkan bukan hanya bagaimana menghafalkan bait-bait puisi, tetapi juga bagaimana mengatur napas, memainkan intonasi, memahami isi puisi, hingga membangun keberanian ketika berada di depan banyak orang.

 

Sekolah pun ikut memberikan dukungan. Ketika Bintan mengikuti perlombaan, guru membantu memberikan latihan. Setelah itu, latihan kembali dilanjutkan di rumah bersama sang ibu.

 

Lukisan Indonesia” dan Panggung yang Sudah Dikenal