Saya percaya, masa depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak anak muda yang berhasil meraih gelar, mendapatkan pekerjaan, atau mencapai kesuksesan pribadi. Masa depan juga ditentukan oleh seberapa banyak dari mereka yang bersedia menggunakan pengetahuan dan keberhasilannya untuk memperbaiki kehidupan bersama.

 

Sebab, jika pemuda 1928 berani membayangkan Indonesia yang merdeka sebelum mereka dapat menikmatinya, pemuda 2026 semestinya berani mengambil tanggung jawab atas Indonesia yang telah diwariskan kepada mereka. Dan bagi kita yang berada di dunia pendidikan, pertanyaannya bukan sekadar apakah mahasiswa sudah siap menghadapi masa depan, tetapi juga apakah kita sungguh-sungguh telah mempersiapkan mereka untuk menghadapinya.

 

*Ditulis Moh Naufal Abror, Dosen Manajemen Uniba Madura