“Kita adakan acara seperti biasanya saja, Le.  Rasah pakek jarak satu meter. Harus cuci tangan dan liane. Rasah pakek protokol-protokol. Wong kampung kita aman-aman wae kok.” Jelasnya setengah ketawa sambil minum obat  asma yang menimpanya akhir-akhir ini . Ketua pemudanya pun manggut-manggut mendengarkan penjelasan pak RT-nya.

 

Sebagai ketua RT di kampungnya, ia tetap menjalankan rutinan wajib yang ada di kampungnya tanpa mematuhi protokol. Bahkan tidak memperdulikan pemerintah sekalipun. Shalat jamaah di masjid-masjid atau mushalla masih tetap seperti sediakala. Tidak ada jarak maupun protokol yang dipakai.

 

“ah, itu permainan orang atasan kok. Kita itu dipermainkan.” Kata ibu-ibu kampung sana, sambil memonyongkan bibirnya dan memainkan gaya tubuhnya ebagaiman ibu-ibu tukang gosip. Seperti bu Tejo lah kalau diistilahkan.

 

“mbok yo, mati iku urusan Tuhan.” Kata satunya lagi.

 

                            ###