Pengalaman itu kelak relevan ketika ia terlibat dalam pengembangan Como, klub yang tidak hanya membutuhkan pembenahan di lapangan, tetapi juga transformasi dari sisi manajemen dan citra.

 

Menyeberang ke industri film dan hiburan

 

Karier Mirwan tidak berhenti di dunia periklanan. Pada 2007, ia menjabat sebagai direktur di rumah produksi Destiny Films.

 

Di perusahaan tersebut, Mirwan terlibat dalam produksi film, termasuk sebagai sutradara dan produser. Dua karya yang tercatat dalam perjalanan kariernya adalah Susahnya Jadi Perawan dan Golden Goal, yang dirilis pada 2008.

 

Ia berada di Destiny Films hingga 2012. Periode ini memperluas pengalamannya dalam mengelola produksi kreatif, membangun produk hiburan, dan memahami cara menarik perhatian audiens.