“Saya sampaikan bahwa adanya masalah ini yang mungkin kecerobohan saya. Saya meminta maaf. Terkait persoalan yang menjadi pembicaraan kita, memang saya menerima uang itu,” ujar Abdi dalam video yang beredar.


Dana didistribusikan kepada sejumlah pihak

 

Menurut pengakuannya, dua alumni senior masing-masing menerima Rp2,5 juta. Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis memperoleh Rp2 juta. Wakil Ketua BEM FH mendapatkan Rp2,5 juta. Seorang pengurus bernama Mubarak menerima Rp2,5 juta, sementara sebagian dana lainnya digunakan untuk kebutuhan konsolidasi dan operasional aksi.
 

“Sisanya untuk konsolidasi kemarin dan untuk saya,” kata Abdi.

 

Di akhir penjelasannya, ia kembali menyampaikan permohonan maaf.
 

“Saya ngaku salah dan mohon maaf kepada kalian semua,” ucapnya.
 

Diduga untuk Menggeser Aksi dari Istana ke DPR
 

Kontroversi semakin berkembang setelah Wakil Ketua BEM FH UBK, Rafly Maulana Akbar, turut memberikan penjelasan mengenai asal-usul dana tersebut.