Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, membenarkan adanya korban jiwa akibat bencana tersebut.
“Dua korban meninggal dunia masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan,” ujar Berton dalam keterangan resminya.
Menurutnya, jumlah korban masih bersifat sementara karena proses pendataan dan verifikasi masih berlangsung. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta pemerintah daerah masih melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi terdampak.
Besarnya kekuatan gempa membuat BMKG bergerak cepat dengan mengeluarkan peringatan dini tsunami sekitar 11 menit setelah gempa utama terjadi. Peringatan tersebut mencakup wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Beberapa daerah bahkan sempat berstatus siaga tsunami dengan estimasi tinggi gelombang antara 0,5 hingga 3 meter. Wilayah yang masuk kategori siaga meliputi pesisir utara Manggarai, Ngada, Sikka, serta sejumlah daerah di Sulawesi Selatan seperti Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng.