Dalam pemantauannya, BMKG mendeteksi adanya gelombang tsunami kecil di beberapa titik. Gelombang setinggi 0,30 meter tercatat di Baubau, Sulawesi Tenggara, pada pukul 05.47 WIB. Sementara gelombang dengan ketinggian lebih rendah juga teramati di perairan Sikka dan Labuan Bajo.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran luas, BMKG akhirnya mencabut peringatan dini tsunami setelah melakukan pemantauan intensif selama hampir dua setengah jam.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memastikan ancaman tsunami telah berakhir.
“Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa kekuatan 7,7 hari ini pukul 04.58 WIB dinyatakan telah berakhir,” katanya.
Kendati demikian, masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap waspada. BMKG mencatat sedikitnya 37 gempa susulan terjadi setelah gempa utama, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.
Dampak gempa ternyata tidak hanya dirasakan di NTT. Getaran juga menjangkau sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan. Di Kabupaten Barru, warga mengaku merasakan guncangan yang disertai suara gemuruh dari dalam tanah.