Mesin jahit, gunting, hingga perlengkapan kerja yang digunakan Susanah bukan miliknya sendiri. Seluruh peralatan tersebut merupakan milik pemilik bahan atau bos tempat ia bekerja.

 

Sistem pembayaran yang diterimanya juga berdasarkan berat kain yang berhasil dikerjakan, yakni Rp700 per kilogram. Dalam kondisi normal, Susanah rata-rata mampu menyelesaikan sekitar 20 kilogram kain dalam sehari. Jika dihitung, pendapatan yang diperolehnya dari pekerjaan tersebut hanya sekitar Rp14 ribu sehari.

 

“Alhamdulillah ya meskipun sehari 20 kilogram ngejahit, 20 x Rp700 kan cuma berapa ya, Rp14 ribu. Ya Alhamdulillah saja buat hitung-hitung uang taruh uang simpanan, nanti kalau nggak ada uang jajan tinggal minta begitu,” ujar Susanah.

 

Jumlah tersebut tentu sangat berbeda dengan kesan yang muncul dari angka Rp700 ribu per kilogram yang disebut dalam pidato Presiden.

 

Ketika bahan dari pengepul sedang banyak, terlebih saat hari libur, volume pekerjaan Susanah bisa meningkat. Ia bersama sejumlah tetangganya bahkan dapat menyelesaikan sekitar 50 ikat atau 50 kilogram kain dalam sehari.