estoria.id – Kepulangan rombongan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dari Jakarta menyisakan persoalan baru. Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menyampaikan kekecewaan terhadap massa asal Pati tersebut setelah aksi dan pertemuan dengan pimpinan DPR RI.
Sorotan itu mencuat melalui sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, seorang perempuan yang mengaku mewakili pihak ojol meluapkan kekecewaannya karena rombongan AMPB disebut memilih meninggalkan Jakarta setelah bertemu dengan DPR.
Perempuan bernama Melva Pardede itu bahkan mempertanyakan keberadaan massa AMPB ketika rekan-rekan ojol masih berada di Jakarta dan menghadapi situasi pascaaksi.
“Saudaraku Pati, kami warga Jakarta merasa diberakin oleh kalian, kalian main pulang saja setelah dari dalam,” ujar Melva dalam video tersebut.
Ia juga mempertanyakan keputusan rombongan AMPB yang langsung bertolak ke Pati.
Menurut Melva, pengemudi ojol turut mengambil risiko selama mendampingi massa Pati dalam aksi di Jakarta. Karena itu, ia merasa keberatan ketika rombongan AMPB meninggalkan Ibu Kota.
“Kalian sudah cair lalu langsung pulang, bagaimana nasib rekan saya saat kalian diciduk oleh aparat? Kalian mau buang sampah jangan di Jakarta, silakan di Pati saja,” katanya.
Yang lebih menjadi perhatian, Melva turut melontarkan dugaan bahwa Botok dan rombongan AMPB pulang setelah menerima sejumlah uang.
Namun, tudingan tersebut masih sebatas pernyataan dari pihak Melva. Dalam bahan yang tersedia, belum terdapat bukti maupun penjelasan lebih lanjut yang dapat mengonfirmasi dugaan tersebut.
Supriyono alias Botok, aktivis AMPB, kemudian merespons video tersebut.
Respons itu disampaikan Botok melalui siaran langsung ketika rombongan AMPB dalam perjalanan kembali menuju Pati, Jawa Tengah.
Botok mengaku telah memperoleh informasi mengenai perempuan yang muncul dalam video tersebut. Berdasarkan pengecekan yang dilakukan rekan-rekannya melalui media sosial, ia menyebut perempuan tersebut bukan bagian dari pengemudi ojol yang sebelumnya membantu rombongan AMPB selama berada di Jakarta.
“Ini info dari teman-teman ya, mereka melakukan pengecekan di media sosial (medsos). Ternyata ibu-ibu yang marah itu ya bukan dari bagian ojol ya,” kata Botok dalam video yang diunggah ulang akun Instagram @fharid.bahtiar, Jumat (28/8/2026).
Botok kemudian menyampaikan dugaan bahwa kemunculan perempuan tersebut berkaitan dengan upaya memancing situasi.
“Ini patut diduga kuat, ibu-ibu itu adalah provokator ya. Sing sabar ya bos, santai saja,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi jawaban Botok atas kritik yang berkembang setelah kepulangan rombongan AMPB.
Diketahui sebelumnya, persoalan ini muncul setelah rombongan masyarakat Pati mendatangi Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026).
Kedatangan mereka berkaitan dengan tuntutan mengenai kepastian pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Setelah melakukan pertemuan dengan pimpinan DPR RI, rombongan AMPB kemudian meninggalkan Jakarta dan kembali menuju Pati.
Keputusan tersebut kemudian menuai reaksi dari pihak yang sebelumnya mendampingi atau membantu massa AMPB selama berada di Ibu Kota.
Di tengah silang pendapat tersebut, Botok meminta para pendukung AMPB tidak mudah terpancing oleh berbagai tudingan yang beredar.
Ia menekankan bahwa perjuangan tidak cukup hanya bermodalkan keberanian, tetapi juga membutuhkan perhitungan dan strategi.
“Paling penting jangan mengandalkan nyali ya, tetapi harus menggunakan strategi,” tegas Botok.
Persoalan antara AMPB dan pihak ojol ini kini menjadi perhatian di tengah dinamika aksi masyarakat Pati di Jakarta. Sementara dugaan mengenai adanya uang yang disebut dalam video tersebut masih memerlukan klarifikasi dan bukti lebih lanjut dari pihak-pihak yang terlibat.