estoria.id – Keputusan Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Rusia di tengah sejumlah persoalan yang masih membelit Indonesia memantik sorotan publik.
Prabowo terbang menuju Vladivostok, Rusia, pada Selasa (1/9/2026) malam untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam lawatan tersebut, Prabowo tidak sendirian. Enam menteri Kabinet Merah Putih turut mendampinginya.
Mereka yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Keberangkatan rombongan pemerintah itu kemudian menjadi perhatian warganet. Salah satu pemicunya adalah video perjalanan Prabowo yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden pada 2 September 2026.
Video berdurasi 3 menit 9 detik tersebut telah ditonton sekitar 55 ribu kali, mendapat 862 tanda suka dan 187 komentar.
Alih-alih hanya membahas agenda diplomasi dan forum ekonomi yang akan dihadiri Prabowo, sejumlah komentar justru menyoroti kondisi dalam negeri.
“Dalam sejarah Indonesia presiden paling banyak keluar luar negeri, tapi rakyat Indonesia masih banyak masalah dan musibah kebakaran hutan, gempa NTT,” tulis akun @HendraSetiabudi-y5o.
Komentar lain bahkan mempertanyakan keputusan Presiden melakukan perjalanan ke luar negeri ketika berbagai persoalan domestik masih menjadi sorotan.
“Indonesia lagi darurat dia malah keluar negeri wowo hedehh,” tulis akun @MANGIHUTTuaSimanjuntak.
Ada pula warganet yang mengaitkan perjalanan Prabowo dengan polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan kembali diterpa kasus dugaan keracunan di sejumlah daerah.
“Noh urusin yg keracunan gara2 MBG,” tulis akun @bangnoer88.
Deretan komentar tersebut memperlihatkan adanya jarak antara agenda diplomasi pemerintah di luar negeri dan keresahan sebagian masyarakat yang melihat sejumlah persoalan di dalam negeri belum sepenuhnya selesai.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan perjalanan Prabowo ke Rusia memiliki kepentingan strategis bagi Indonesia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo secara khusus diundang Putin sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum. Menurut Teddy, undangan tersebut mencerminkan hubungan Indonesia-Rusia yang terus dibangun melalui diplomasi langsung kedua negara.
“Presiden Putin secara khusus mengundang Bapak Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF. Ini merupakan cerminan hubungan erat Indonesia dan Rusia yang terus dibangun dan diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin,” ujar Teddy dalam keterangan Sekretariat Presiden.
Kunjungan tersebut juga bukan kali pertama Prabowo mendapat posisi khusus dalam forum ekonomi di Rusia. Sebelumnya, ia menghadiri St Petersburg International Economic Forum (SPIEF).
Pemerintah Rusia, kata Teddy, memandang Indonesia sebagai salah satu mitra penting dan strategis di kawasan Asia-Pasifik. Indonesia juga dinilai memiliki posisi penting sebagai representasi negara-negara Global South dan dunia Muslim.
“Indonesia dipandang Rusia sebagai salah satu mitra utama dan strategis di Asia-Pasifik, anggota ASEAN yang dihormati, serta salah satu negara penting yang merepresentasikan Global South dan dunia Muslim. Ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam percaturan global,” katanya.
Namun, bagi sebagian publik, persoalannya bukan semata-mata soal ke mana Presiden pergi, melainkan bagaimana pemerintah menunjukkan keberpihakan ketika berbagai masalah di dalam negeri masih menuntut perhatian.
Di tengah kebakaran hutan dan lahan, gempa NTT, hingga persoalan dugaan keracunan yang dikaitkan dengan pelaksanaan MBG, perjalanan Presiden ke luar negeri pun menjadi bahan perdebatan di ruang digital.