ESTORIA - Di tengah konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina, kedua negara kembali melakukan kerja sama terbatas dalam isu kemanusiaan. Otoritas Ukraina mengungkapkan bahwa Rusia telah menyerahkan 528 jenazah yang diyakini merupakan tentara Ukraina yang gugur di medan perang.
Pusat Koordinasi Tawanan Perang Ukraina menyampaikan, pemulangan ratusan jenazah tersebut merupakan bagian dari proses repatriasi yang masih terus berlangsung di tengah perang yang belum mereda.
“Sebagai hasil dari upaya repatriasi, jenazah 528 orang telah dikembalikan ke Ukraina. Menurut pihak Rusia, mereka kemungkinan adalah prajurit Ukraina,” demikian pernyataan pusat tersebut melalui media sosial resminya.
Meski begitu, pihak Ukraina belum menjelaskan secara rinci kapan jenazah para prajurit itu diterima. Pemerintah Ukraina menegaskan bahwa proses identifikasi akan segera dilakukan oleh tim penyelidik dan ahli forensik.
“Para penyelidik dan ahli akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk mengidentifikasi jenazah yang dipulangkan,” lanjut pernyataan tersebut.
Pemulangan jenazah itu terjadi sehari setelah Rusia dan Ukraina melaksanakan pertukaran tawanan perang. Dalam proses tersebut, masing-masing negara membebaskan 205 tahanan perang sebagai bagian dari kesepakatan kemanusiaan.
Dilansir AFP, Sabtu (16/5/2026), Donald Trump sebelumnya mengumumkan adanya gencatan senjata selama tiga hari, yang berlangsung mulai Sabtu hingga Senin mendatang. Selain itu, Trump juga menyebut adanya kesepakatan pertukaran 1.000 tahanan dari masing-masing pihak.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa pertukaran tawanan yang dilakukan pada Jumat lalu merupakan tahap awal dari proses pertukaran tahanan besar yang diumumkan oleh Trump.