Kesembilan WNI tersebut sebelumnya ikut dalam pelayaran armada Global Sumud Flotilla (GSF), misi sipil internasional yang bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dan menembus blokade Israel. Namun, kapal mereka dicegat pasukan Israel di perairan internasional.
 

Setelah penangkapan, para relawan dibawa ke Pelabuhan Ashdod sebelum menjalani proses penahanan di detensi imigrasi Israel.

 

Daftar WNI yang ikut dalam misi itu terdiri dari jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, jurnalis Tempo TV Andre Prasetyo Nugroho, mantan jurnalis INews Rahendro Herubowo, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu dari Dompet Dhuafa, serta Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
 

Informasi yang dihimpun menyebutkan sejumlah relawan Indonesia mengalami tindakan kekerasan selama berada di tahanan. Beberapa di antaranya mengaku dipukul hingga mendapat sengatan listrik dari aparat Israel saat proses interogasi berlangsung.

 

Kasus ini memicu sorotan luas karena penangkapan dilakukan di wilayah perairan internasional terhadap relawan sipil yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.