Di sisi lain, India kini semakin agresif mencari sumber pasokan alternatif. Salah satunya dengan meningkatkan impor minyak mentah dari Rusia setelah memperoleh kelonggaran sementara terkait sanksi Amerika Serikat.

 

Menteri Perminyakan dan Gas Alam India, Hardeep Singh Puri, mengakui perusahaan pemasaran minyak mengalami tekanan berat akibat gejolak harga global.
 

Menurutnya, kerugian sektor energi India bahkan mencapai sekitar US$120 juta atau setara Rp2,13 triliun setiap hari.
 

Meski situasi pasar energi global terus bergejolak, pemerintah India memastikan kebutuhan energi nasional masih berada dalam kondisi aman. Pemerintah menegaskan impor dan distribusi bahan bakar tetap berjalan meski tekanan geopolitik di Timur Tengah terus meningkat.