“Pemimpin yang tidak siddiq akan menghasilkan anak buah yang songong,” kata Wirya saat menanggapi buruknya komunikasi yang ia rasakan selama proses pengajuan kerja sama berlangsung.

 

Ia menilai, lembaga perbankan seharusnya membuka ruang komunikasi yang sehat dengan calon mitra bisnis. Sebab, hubungan antara sektor perbankan dan pengembang perumahan merupakan kerja sama yang saling membutuhkan.

 

“Kami sangat menyayangkan sulitnya komunikasi yang terjadi. Kesan yang muncul seolah-olah tidak membutuhkan mitra maupun nasabah. Padahal sektor perbankan dan dunia usaha seharusnya saling mendukung untuk mendorong pertumbuhan bisnis,” tuturnya.

 

Di sisi lain, persoalan appraisal proyek juga menjadi sumber keberatan developer. Informasi yang diterima Wirya menyebutkan bahwa penilaian proyek Perumahan Bukit Damai hanya dapat menggunakan KJPP Pung's.

 

Pihak developer menolak opsi tersebut karena proyek yang sama pernah dinilai oleh lembaga tersebut dan hasilnya dianggap tidak sesuai dengan ekspektasi maupun kondisi yang mereka yakini.