Pernyataan itu memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan program yang menggunakan anggaran negara tersebut. Sebab, meski data sasaran telah diserahkan, Dinkes P2KB ternyata tidak memiliki informasi mengenai berapa jumlah warga yang benar-benar menerima makanan bergizi gratis.
Menurut Desy, hingga saat ini pihaknya hanya memperoleh informasi bahwa penyaluran baru berjalan di sejumlah desa dan belum mencakup seluruh wilayah.
"Masih beberapa desa. Belum semua desa di setiap kecamatan. Masih bertahap," ujarnya.
Padahal berdasarkan data Dinkes P2KB, jumlah sasaran MBG kelompok B3 di Kabupaten Sumenep mencapai 107.175 jiwa, terdiri dari 67.020 balita, 26.247 ibu menyusui, dan 13.908 ibu hamil.
Besarnya jumlah sasaran tersebut belum diimbangi dengan transparansi data realisasi penerima. Dinkes P2KB mengaku tidak memiliki angka pasti terkait warga yang sudah menikmati program tersebut sepanjang tahun 2026.