Desy menegaskan seluruh data sasaran telah diberikan kepada dapur penyelenggara yang mengajukan permohonan. Namun tidak semua dapur disebut meminta data kepada Dinkes P2KB.

 

"Kalau SPPG meminta, kami berikan datanya. Ada nota dinas juga dari kami. Yang tidak meminta, tidak kami berikan," katanya.

 

Kondisi ini menimbulkan celah koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan MBG di daerah. Di satu sisi, Dinkes P2KB memiliki data sasaran. Di sisi lain, pelaksana program berada di bawah SPPG dan dapur penyelenggara. Namun hingga kini tidak ada laporan yang dapat menunjukkan sejauh mana program tersebut telah menjangkau kelompok rentan yang menjadi target utama.

 

Padahal MBG untuk kelompok B3 merupakan program strategis yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas gizi masyarakat.

 

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sumenep, M. Kholilur Rahman, belum memberikan keterangan terkait jumlah penerima maupun progres distribusi MBG bagi kelompok B3. Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum merespons upaya konfirmasi.