Sejak siang Sabtu itu, seluruh upaya keluarga menghubungi korban tidak lagi membuahkan hasil hingga akhirnya jasadnya ditemukan di area parkir Bandara Juanda beberapa hari kemudian.

 

Risang menjelaskan, selama ini korban tinggal bersama anaknya di Bangkalan. Sementara sang suami tengah sakit dan menetap di Tanjung Bumi, sekitar 50 kilometer dari rumah keluarga. Kondisi tersebut membuat RYS menjalani aktivitas sehari-hari tanpa didampingi suaminya.

 

Mengenai kondisi kesehatan korban, keluarga mengakui RYS memiliki riwayat penyakit lambung yang sesekali kambuh. Namun, penyakit tersebut tidak tergolong berat dan tidak mengharuskannya menjalani pengobatan rutin.

 

"Riwayat penyakit sampai memerlukan pengobatan intensif tidak ada. Dia memang punya penyakit yang sering kambuh, yaitu lambung akut. Hanya itu saja," jelas Risang.

 

Keluarga juga menegaskan tidak mengetahui adanya persoalan pribadi maupun konflik yang melibatkan korban sebelum peristiwa tersebut.