"Ke depan, publikasi dan sosialisasi mengenai Sekolah Rakyat perlu dimaksimalkan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik dan tidak ragu mendaftarkan anaknya," jelas Rahman.
Kondisi itu turut menjadi perhatian DPRD Kabupaten Sumenep. Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Sami'oeddin, meminta Dinsos P3A menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar sosialisasi menjangkau hingga ke desa-desa.
Menurut politikus PKB tersebut, masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang utuh mengenai manfaat dan tujuan Sekolah Rakyat sehingga tidak muncul keraguan untuk menyekolahkan anaknya di lembaga tersebut.
Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep agar segera memastikan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang layak serta permanen.
"Dengan demikian, masyarakat mempunyai keyakinan bahwa Sekolah Rakyat benar-benar siap dan dapat menjadi alternatif pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak mereka," tegas Sami'oeddin.