ESTORIA - Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih menghadapi tantangan besar menjelang dimulainya tahun ajaran perdana. Program pendidikan yang digagas pemerintah itu ternyata belum mampu menarik minat masyarakat secara maksimal. Hingga akhir masa pendaftaran, jumlah calon peserta didik masih belum memenuhi kuota yang telah disiapkan.

 

Data Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep menunjukkan, pendaftar jenjang Sekolah Dasar (SD) baru mencapai empat siswa. Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), jumlah pendaftar sudah mencapai 38 calon peserta didik.

 

Pemerintah sendiri menyiapkan masing-masing satu rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 30 siswa untuk jenjang SD maupun SMP.

 

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, Abdul Rahman Riadi, mengakui jumlah pendaftar, khususnya di tingkat SD, masih jauh dari target.

 

"Untuk masing-masing jenjang disiapkan satu rombongan belajar (rombel) yang berisi 30 siswa, baik SD maupun SMP," kata Rahman, Senin (29/06/2026).