ESTORIA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menaruh harapan besar pada pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai pijakan utama dalam menyusun arah pembangunan daerah yang lebih akurat dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), pemerintah menilai sensus yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) itu bukan sekadar kegiatan pendataan nasional, melainkan instrumen strategis untuk memotret kondisi ekonomi daerah secara menyeluruh. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan berbasis fakta.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., mengatakan pembangunan yang efektif hanya dapat diwujudkan apabila didukung data ekonomi yang valid, mutakhir, dan mampu menggambarkan kondisi riil masyarakat maupun dunia usaha.
Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi referensi penting bagi pemerintah dalam menentukan berbagai kebijakan strategis, mulai dari pengembangan sektor usaha, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan daya saing ekonomi daerah.
"Hasil sensus akan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai dinamika dunia usaha di daerah. Informasi tersebut dibutuhkan untuk menyusun program pembangunan yang selaras dengan kondisi riil masyarakat dan kebutuhan sektor usaha yang terus berkembang," ujar Arif, Jumat (03/07/2026).