Tim dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan luka robek pada telinga kiri korban yang diduga akibat benturan benda tumpul. Selain itu, terdapat pelebaran pembuluh darah pada kelopak mata, bibir membiru, serta sejumlah perubahan pada organ tubuh yang lazim ditemukan pada korban meninggal akibat mati lemas atau asfiksia.
Pemeriksaan organ dalam juga memperlihatkan perubahan warna pada lidah, epiglotis, saluran pernapasan bagian atas, hingga dinding lambung. Namun, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena kondisi organ korban telah mengalami pembusukan lanjut.
Untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah, penyidik masih menunggu hasil uji toksikologi dari Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. Pemeriksaan dilakukan terhadap sampel ginjal, lambung beserta isinya, serta kuku jari korban yang diharapkan dapat menjadi petunjuk penting dalam mengungkap kasus tersebut.