"Kegiatan tersebut untuk penanganan balita dan ibu hamil bermasalah dengan asupan gizi," ujar Ellya, Sabtu (30/05/2026).
Ia menyebut prevalensi stunting di Kabupaten Sumenep telah turun menjadi 11,6 persen, dibandingkan 16,7 persen pada 2023 dan 21,6 persen pada 2022.
Menurut Ellya, bantuan tersebut menyasar 726 balita yang mengalami stunting atau kekurangan gizi serta 160 ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia.
"Untuk 726 balita bermasalah gizi. Susu formula untuk 160 ibu hamil KEK dan anemia yang berpotensi melahirkan bayi stunting jika tidak segera diberikan intervensi yang tepat pada masa kehamilan," paparnya.
Ia juga menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan melalui masing-masing puskesmas.