Meski demikian, Pertagas masih menunggu keputusan pemerintah terkait skema bisnis maupun aturan teknis yang akan diterapkan dalam proyek konversi tersebut.

 

"Teknisnya seperti apa, termasuk mekanisme bisnisnya, tentu kami masih menunggu ketetapan dari pemerintah dan regulator migas," katanya.

 

Program konversi LPG ke CNG sendiri sebelumnya diperkenalkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui peluncuran konsep CNG Merah Putih. Pemerintah menargetkan penggunaan gas bumi sebagai pengganti LPG subsidi agar pemanfaatan energi domestik semakin optimal.

 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan saat ini pemerintah sedang menyiapkan sekitar 15 unit prototipe tabung CNG untuk menjalani serangkaian pengujian. Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, tabung CNG Merah Putih mulai dapat diedarkan kepada masyarakat pada tahun 2026.

 

Berbeda dengan tabung LPG konvensional, CNG Merah Putih menggunakan teknologi tabung Tipe 4 berbahan komposit yang jauh lebih ringan dibanding tabung logam. Teknologi tersebut dipilih agar tabung tetap nyaman digunakan masyarakat, khususnya kalangan ibu rumah tangga.