estoria.id – Insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 memicu sorotan dari kalangan sopir truk lintas Surabaya–Makassar. Mereka mempertanyakan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan saat proses evakuasi penumpang berlangsung di tengah kobaran api.

 

Ketua Sopir Lintas Makassar–Surabaya, Udin Karo-Karo, menilai terdapat dugaan pelanggaran SOP pelayaran. Penilaian itu disampaikannya setelah melihat sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial pascakejadian.

 

"Hasil yang saya dapatkan melalui media sosial, penumpang semua melompat dan cuma dilengkapi pelampung. Tidak terlihat ada sekoci maupun perahu karet," kata Udin saat ditemui wartawan di Pelataran Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (02/08/2026).

 

Menurut Udin, dalam prosedur keselamatan pelayaran, Anak Buah Kapal (ABK) seharusnya mengarahkan seluruh penumpang menuju titik kumpul (muster point) sebelum proses evakuasi dilakukan. Namun, dari video yang beredar, penumpang justru tampak menyelamatkan diri tanpa arahan petugas kapal.

 

"Seandainya berdasarkan SOP pelayaran, paling tidak ada ABK yang berdiri memandu penumpang. Yang terjadi di lapangan, sekitar 40 persen sopir menyelamatkan diri masing-masing. Ini sudah melenceng jauh dari aturan," tegasnya.