Oro-oro Kesongo sendiri memiliki catatan panjang terkait aktivitas letupan lumpur dan gas beracun. Pada Agustus 2020, letupan di kawasan tersebut menyebabkan empat orang mengalami keracunan dan 18 ekor kerbau dilaporkan hilang. Sementara pada April 2023, seorang warga meninggal dunia setelah menghirup gas beracun yang keluar dari kawah.