Hingga menjelang siang, aktivitas kawah ternyata belum sepenuhnya berhenti. Dari rekaman video yang diterima petugas sekitar pukul 11.24 WIB, semburan lumpur masih terlihat keluar dari kawah. Letupan tersebut tercatat sebagai letupan keenam yang terjadi sepanjang hari itu.
Kepala Desa Gabusan, Parsidi, mengatakan aktivitas Oro-oro Kesongo memang sulit diprediksi. Letupan bisa muncul sewaktu-waktu tanpa pola yang pasti.
“Mulai sekitar pukul enam pagi. Tinggi semburannya sekitar 10 meter dan sampai sekitar pukul tujuh masih terjadi letupan,” katanya.
Parsidi menegaskan tidak ada korban jiwa maupun warga yang terdampak dalam peristiwa kali ini. Namun, masyarakat tetap diminta menjaga jarak aman karena kandungan gas dari kawah dapat membahayakan jika terhirup.
“Warga sini sudah paham risikonya karena gas yang keluar beracun. Untuk radius aman juga menyesuaikan arah angin saat itu,” jelasnya.