NU didirikan untuk melakukan perbaikan dalam urusan agama dan kemasyarakatan. Itu yang harus menjadi orientasi utama,” katanya.

 

Menjelang Muktamar ke-35 NU, Ahmad Baso pun mengajak warga nahdliyin untuk lebih cermat dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Ia menegaskan bahwa pemimpin yang dinilai tidak menjalankan amanah organisasi seharusnya tidak kembali diberikan mandat.

 

Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata-mata soal kontestasi politik organisasi, melainkan menyangkut tanggung jawab moral terhadap amanah yang telah dipercayakan oleh warga NU.

 

“Jangan lagi memilih pemimpin yang tidak menjalankan amanah organisasi. Ini menjadi catatan penting bagi seluruh warga NU menjelang muktamar,” tegasnya.