Ia menyinggung melimpahnya sumber daya alam Papua yang dinilai mampu mendukung pembiayaan sektor pendidikan bagi masyarakat.

 

“Sekolah gratis kenapa tidak bisa? Papua punya kekayaan alam yang besar. Pemerintah harus memikirkan kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

 

Orang tua tersebut bahkan secara khusus meminta agar pelaksanaan MBG dihentikan di Tanah Merah. Ia mengklaim banyak warga yang sudah tidak ingin program tersebut dijalankan kembali setelah insiden yang menimpa para siswa.

 

Menanggapi keluhan itu, Wamendagri Ribka Haluk belum memberikan jawaban terkait kemungkinan penghentian program MBG. Ia menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang memadai hingga pulih.

 

“Yang utama sekarang adalah pengobatan dan penanganan korban supaya semuanya bisa sehat kembali dan tertangani dengan baik,” kata Ribka, Sabtu (08/08/2026).