estoria.id - Gelombang protes terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat di Kabupaten Jayapura, Papua, setelah ratusan siswa diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program tersebut. Kekecewaan paling keras datang dari keluarga korban yang meminta pemerintah menghentikan pelaksanaan MBG, khususnya di wilayah Tanah Merah dan Distrik Depapre.

 

Desakan itu terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial dan diunggah akun Instagram @ula_wakerkwa. Dalam video tersebut, salah satu orang tua siswa menyampaikan keluhannya secara langsung di hadapan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI Trenggono dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk.

 

Dengan nada emosional, ia mengaku tidak lagi percaya terhadap program yang seharusnya bertujuan meningkatkan gizi anak-anak sekolah tersebut. Menurutnya, anaknya justru menjadi korban akibat dugaan keracunan massal yang terjadi.

 

“Pemerintah, MBG ditutup. Saya bicara sebagai orang Tanah Merah. Anak saya menderita karena kejadian ini. Saya rasa MBG harus ditutup,” ujarnya.

 

Tak hanya menuntut penghentian program, ia juga mempertanyakan prioritas anggaran pemerintah. Menurutnya, kebutuhan pendidikan gratis masih menjadi persoalan mendasar yang seharusnya mendapat perhatian lebih besar.