Desakan penghentian MBG muncul setelah sedikitnya 527 orang dilaporkan mengalami gejala dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan program tersebut di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Kasus ini menjadi salah satu insiden terbesar yang pernah terjadi sejak program MBG dijalankan.

 

Sorotan terhadap program unggulan pemerintah itu juga datang dari Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. Ia meminta pemerintah menghentikan sementara pelaksanaan MBG dan melakukan evaluasi menyeluruh menyusul rentetan kasus dugaan keracunan yang terjadi di sejumlah daerah.

 

“Berapa ratus siswa lagi yang harus menjadi korban keracunan agar pemerintah mau mendengar desakan tersebut?” ujar Usman.

 

Menurutnya, kasus yang terjadi di Jayapura dan sebelumnya di Semarang harus menjadi alarm serius bagi pemerintah. Ia menilai evaluasi menyeluruh perlu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan yang diberikan kepada para siswa.

 

Usman juga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan unsur kelalaian dalam penyelenggaraan program tersebut.