Namun, ia juga mengakui persoalan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Dengan wilayah yang luas dan keterbatasan anggaran, pemerintah harus menentukan prioritas pembangunan.
“Jalan di Lampung Selatan 30 persen rusak, 70 persen rusak banget,” kata Radityo.
Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti mengatur kebutuhan rumah tangga dengan dana yang terbatas.
“Lampung Selatan luas, sementara duitnya terbatas. Jadi harus pintar-pintar membagi jatah. Sama seperti kebutuhan di dapur rumah tangga, kebutuhannya banyak tetapi uangnya terbatas,” tuturnya.
Meski demikian, Radityo memastikan pemerintah daerah akan memetakan titik-titik jalan yang paling mendesak untuk diperbaiki, termasuk ruas jalan yang menjadi sorotan warga dalam kunjungannya kali ini.