“Kita akan terbuka, semuanya akan kita buka. Kalau penyebab berasal dari ikan yang tidak diletakkan di ruang pendingin lebih dari 12 jam,” kata Sudaryono.
Ia juga mengakui adanya kelalaian serius di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyediakan makanan MBG.
“Hasil uji sudah ada di Dinas Kesehatan. Itu ada kelalaian yang fatal. Kita sudah lakukan penutupan dapur dan kepala SPPG sudah kita copot,” ujarnya.
Kasus tersebut kini menjadi sorotan karena jumlah pelajar yang harus mendapatkan perawatan cukup banyak.
Hingga saat ini, 64 anak dilaporkan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Berastagi. Mereka diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.