Arif juga menyebut masyarakat Sumenep memiliki tradisi keagamaan dan budaya yang kuat. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjadikan Rabiul Awal sebagai momentum mempererat hubungan dan persaudaraan antarwarga.

 

“Nilai-nilai keislaman yang diwariskan para ulama dan tokoh masyarakat harus terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumenep,” tuturnya.

 

Ia mengajak masyarakat mengisi Rabiul Awal dengan berbagai kegiatan positif, seperti memperbanyak selawat, meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.

 

Menurut Arif, kecintaan kepada Rasulullah seharusnya tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari dan kepedulian terhadap sesama.

 

Ia berharap semangat Rabiul Awal dapat memperkuat persaudaraan serta menjaga kerukunan masyarakat Sumenep di tengah dinamika kehidupan yang terus berkembang.