JMSI juga mendorong adanya dukungan fasilitas dari DLH Sumenep, terutama armada pengangkut sampah, sarana kebersihan dan petugas pendamping.

 

Dukungan tersebut dinilai penting agar sampah yang sudah dikumpulkan dalam kegiatan kerja bakti tidak kembali menumpuk di kawasan wisata.

 

Supanji berharap kegiatan bersih-bersih tersebut tidak sekadar menjadi agenda sesaat. Ia ingin aksi serupa berkembang menjadi gerakan rutin dengan melibatkan semakin banyak elemen masyarakat.

 

“Harapan kami, ini tidak berhenti pada satu aksi. Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan harus terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama,” katanya.

 

Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menyambut positif langkah yang dilakukan JMSI bersama Pemerintah Desa Lobuk dan para pengelola wisata.