Prabowo juga mengingatkan pemerintah agar tidak menjauh dari ulama. Menurutnya, jasa para ulama memiliki posisi penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Ia bahkan meminjam ungkapan populer Bung Karno, “Jas Merah” atau jangan sekali-sekali melupakan sejarah, lalu membuat istilah baru yang ditujukan untuk mengingat jasa ulama.
“Kalau tidak salah Bung Karno ya mengatakan Jas Merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah, saya ingin menyampaikan Jas Hijau, jangan sekali-sekali melupakan jasa ulama,” kata Prabowo.
Dalam pidatonya, Presiden juga memberikan perhatian khusus terhadap lagu “Syubbanul Wathon” atau “Ya Lal Wathon” karya KH Abdul Wahab Chasbullah, salah satu tokoh pendiri NU.
Menurut Prabowo, lagu tersebut menjadi bukti kuat bahwa semangat religius dan nasionalisme telah tumbuh di kalangan ulama jauh sebelum Indonesia merdeka.