"Ada yang bilang dan mencurigai, mohon maaf, soal draf-draf. Ada draf yang kami perbarui dan ada draf lama yang katanya lebih ekstrem di pemerintahan sebelum Pak Prabowo," ujar Habiburokhman seperti dikutip dari kanal YouTube DPR, Selasa (8/9/2026).

 

Dia kemudian membandingkan situasi tersebut dengan pemerintahan saat ini.

 

"Kalau kita lihat corak pemerintahan Pak Prabowo dan sebelumnya, mohon maaf, sekarang jauh lebih demokratis," katanya.

 

Habiburokhman menegaskan, pengalaman berada di luar pemerintahan membuat pihaknya memahami pentingnya memastikan aturan hukum tidak berubah menjadi alat untuk mempertahankan kekuasaan.

 

"Itu sakit sekali rasanya. Bagaimana bila RUU ini digunakan oleh kekuasaan untuk mempertahankan kekuasaannya?" ujarnya.