estoria.id - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah Posko 04 tidak hanya hadir di tengah masyarakat untuk menjalankan program pengabdian, tetapi juga membawa misi penguatan pendidikan bagi para santri.

 

Salah satunya dilakukan melalui serangkaian pelatihan bahasa Arab dan literasi kepenulisan bagi santri di Pondok Pesantren Manarul Huda, Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.

 

Kedua program tersebut dilaksanakan secara rutin dengan pendekatan pembelajaran yang sederhana, interaktif, dan disesuaikan dengan kemampuan para santri. Pelatihan bahasa Arab digelar setiap malam Minggu dan malam Senin selama satu bulan, sedangkan pelatihan literasi kepenulisan dilaksanakan setiap malam Rabu dan malam Kamis.

 

Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN Posko 04 untuk berbagi pengetahuan sekaligus mendorong santri agar memiliki keterampilan yang dapat menunjang proses belajar mereka di pesantren maupun dalam kehidupan sehari-hari.

 

Belajar Bahasa Arab dengan Cara Menyenangkan

 

Dalam pelatihan bahasa Arab, mahasiswa KKN Posko 04 terlebih dahulu mengenalkan materi dasar berupa mufradat atau kosakata bahasa Arab.

 

Kosakata yang dipilih berkaitan dengan benda, aktivitas, hingga ungkapan yang dekat dengan keseharian santri. Cara tersebut diterapkan agar santri tidak sekadar menghafal, tetapi juga memahami konteks penggunaan kosakata dalam percakapan.

 

Agar pembelajaran tidak berlangsung monoton, mahasiswa menggunakan metode yang lebih menyenangkan. Salah satunya dengan menyusun kosakata menjadi lagu sederhana.

 

Para santri diajak mengulang kosakata, menyanyikannya secara bersama-sama, kemudian mempraktikkannya melalui tanya jawab, permainan edukatif, hingga percakapan singkat.

 

Metode tersebut membuat proses belajar lebih hidup. Santri tidak hanya dituntut mengingat kosakata, tetapi juga dilatih untuk mendengar, mengucapkan, dan menggunakannya secara langsung.

 

Koordinator KKN Posko 04, Asri Wulandari, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keberanian santri dalam menggunakan bahasa Arab.

 

“Kami berharap kegiatan pelatihan bahasa Arab ini dapat membantu para santri PP. Manarul Huda menjadi lebih aktif dan lebih memahami bahasa Arab, tidak hanya secara teori, tetapi juga berani mempraktikkannya dalam percakapan sehari-hari,” ujar Asri Wulandari.

 

Ketua Pengurus Yayasan Manarul Huda, K. A'Falul Basil, turut mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, kemampuan bahasa Arab memiliki peran penting dalam menunjang pendidikan santri di lingkungan pesantren.

 

“Pelatihan ini sangat penting untuk menunjang kemampuan berbahasa santri, khususnya bahasa Arab yang menjadi bekal utama dalam memahami kitab dan ilmu-ilmu keagamaan. Kami menyambut baik program ini dan berharap dapat terus berlanjut demi kemajuan pendidikan santri,” katanya.

 

Santri Juga Didorong Gemar Menulis

 

Tak berhenti pada bahasa Arab, KKN Posko 04 juga memberikan perhatian terhadap kemampuan literasi santri.

 

Melalui pelatihan kepenulisan, para santri diajak mengenal dasar-dasar menulis, mulai dari menyusun kata menjadi kalimat, penggunaan huruf kapital, tanda baca, hingga pemilihan kata agar tulisan lebih mudah dipahami.

 

Materi diberikan secara bertahap dengan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan santri. Mereka diajak membedakan kalimat yang tepat dan kurang tepat, kemudian memperbaikinya secara bersama-sama.

 

Pembelajaran juga dikemas dalam bentuk kuis dan tanya jawab. Pola tersebut membuat santri tidak hanya menjadi pendengar, tetapi ikut terlibat dalam proses pembelajaran.

 

Imraatul Jamilah selaku Koordinator Divisi PSDM mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan dasar-dasar menulis kepada santri sejak dini.

 

Sementara itu, Syarifah, salah satu tutor pelatihan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu santri mengembangkan kemampuan menulis.

 

“Tujuan dari diadakannya pelatihan literasi ini adalah agar santri di sini dapat mengembangkan kemampuan dalam menulis,” ujarnya.

 

Dari Biro Pendidikan, Aviv Muhammad juga menilai literasi menjadi keterampilan penting yang perlu diperkuat di kalangan santri.

 

“Pelatihan literasi bahasa Indonesia seperti ini sangat diperlukan bagi para santri, khususnya santri yang berada di pelosok desa, agar mereka mampu menghadapi tantangan zaman,” katanya.

 

Bukan Sekadar Program KKN

 

Rangkaian pelatihan bahasa Arab dan literasi tersebut menjadi bagian dari upaya KKN Posko 04 Universitas Annuqayah menghadirkan kegiatan pendidikan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh santri.

 

Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut bukan sekadar menjalankan program kerja KKN. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi ilmu sekaligus belajar memahami kebutuhan pendidikan di lingkungan pesantren.

 

Sementara bagi santri, pelatihan bahasa Arab diharapkan dapat memperkuat kemampuan mereka dalam memahami dan mempraktikkan bahasa yang erat dengan pembelajaran keislaman.

 

Di sisi lain, pelatihan literasi diharapkan menumbuhkan kebiasaan menulis sejak dini, sehingga santri semakin mampu menyampaikan gagasan secara tertulis dengan baik dan benar.

 

Dengan pelaksanaan yang rutin dan metode pembelajaran yang dibuat lebih menyenangkan, KKN Universitas Annuqayah Posko 04 berharap program tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun budaya belajar yang lebih aktif di PP. Manarul Huda.