Menurut Gus Ipul, persoalan dalam tayangan tersebut bukan hanya menyangkut dugaan pelanggaran kode etik jurnalistik. Ia juga mempersoalkan sejumlah pernyataan yang dinilai dapat mencemarkan nama baik pihak-pihak tertentu.
"Ada pernyataan-pernyataan yang perlu diklarifikasi, perlu mendapat konfirmasi. Sayangnya tidak dilakukan juga sampai hari ini konfirmasi itu, sehingga itu disalahpahami oleh publik," ungkapnya.
Gus Ipul mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan kritik terhadap pelaksanaan Muktamar NU. Namun, ia keberatan apabila kritik tersebut berkembang menjadi tuduhan yang menurutnya tidak sesuai fakta.
Ia secara khusus menyoroti pernyataan mengenai uang, riswah, hingga dugaan korupsi yang dikaitkan dengan penyelenggaraan Muktamar NU.
"Fitnahnya itu apalagi kalau sudah menyangkut uang, menyangkut riswah, menyangkut hal-hal yang terkait dengan korupsi. Itu tentu merusak proses Muktamar yang telah berjalan dengan baik itu, dan juga merusak nama-nama tertentu yang disebut di situ, seolah-olah melakukan satu hal yang tidak dilakukan oleh yang disebut narasumber," kata dia.