Ia menyebut berdasarkan data yang diketahuinya, terdapat sekitar 187 media yang tercatat di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumenep. Jumlah tersebut mencakup media online, cetak, radio hingga televisi.
Di sisi lain, perkembangan teknologi juga membuat pola konsumsi masyarakat terhadap informasi berubah drastis.
Media cetak, radio dan televisi menghadapi tantangan dari pertumbuhan media digital. Bahkan, sejumlah media radio yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan jurnalistik di Sumenep kini tidak lagi beroperasi.
“Sekarang media sudah berkembang pesat. Radio juga banyak yang sudah tutup. Saya dulu di Nada FM sebelum akhirnya tutup,” kata Ibnu.
Dengan kondisi tersebut, ia mengingatkan bahwa pengelolaan media tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menghasilkan berita.
Menurutnya, ada dua aspek yang harus berjalan beriringan, yakni manajemen perusahaan media dan manajemen pemberitaan.