Namun, ketika kembali dihubungi pada Selasa pagi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Elliya Fardasah, belum merespons permintaan keterangan tersebut.
Belum adanya tanggapan itu membuat perkembangan rencana investigasi belum dapat diketahui secara jelas. Publik belum memperoleh informasi terbaru mengenai tindak lanjut yang dijanjikan, termasuk sejauh mana proses tersebut berjalan.
Dengan demikian, dua pintu konfirmasi yang diharapkan dapat memberikan penjelasan justru belum menghasilkan keterangan substantif. IDI belum menyampaikan pandangannya, sementara Dinkes belum memberikan perkembangan terbaru mengenai rencana investigasi.
Situasi ini berpotensi memperpanjang ketidakpastian bagi keluarga yang masih mempertanyakan kematian Dani.
Keterbukaan informasi menjadi penting agar persoalan tersebut tidak terus berkembang melalui dugaan dan spekulasi. Penjelasan yang terukur dari pihak berwenang juga diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.