Kondisi korban yang ditemukan dalam kasus tersebut juga mengungkap dugaan kekerasan yang lebih luas. Dokter spesialis forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, dr. Astri Megaratri Pralebda, menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kematian SF.
Namun, hasil autopsi menunjukkan adanya sejumlah tanda kekerasan pada tubuh bayi tersebut. Luka ditemukan di beberapa bagian, mulai dari kepala, dada, perut, hingga tangan dan kaki.
Tidak hanya itu, tim forensik juga menemukan patah tulang serta indikasi kekurangan gizi yang dialami korban semasa hidupnya.
“Dari hasil autopsi juga kami menemukan hal yang sejalan pada saat pemeriksaan luar, yaitu kami menemukan tanda-tanda kekerasan atau cedera pada organ-organ tubuh bagian dalam,” ungkap Astri.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pemeriksaan medis tidak hanya menemukan dugaan kekerasan pada bagian luar tubuh, tetapi juga cedera pada organ dalam korban.
Polisi kini telah mengamankan SR dan J untuk menjalani proses hukum di Mapolsek Kebayoran Lama.