Kepercayaan publik terhadap institusi negara hanya dapat dijaga apabila seluruh program sosial dijalankan secara netral, terbuka, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

 

Pada akhirnya, masyarakat Madura tidak hanya membutuhkan bantuan sosial, tetapi juga membutuhkan kejujuran dan keterbukaan dari para pemangku kepentingan. Bantuan yang disalurkan dengan transparan akan melahirkan kepercayaan, sedangkan bantuan yang dibungkus dengan kepentingan pencitraan hanya akan menimbulkan kecurigaan dan mengikis legitimasi moral pihak-pihak yang terlibat.

 

Iduladha seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat nilai amanah, bukan memperluas pengaruh politik. Dana publik adalah milik rakyat, bukan modal untuk membangun citra pribadi. Karena itu, menjaga transparansi dan menolak segala bentuk politisasi kurban merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga marwah ibadah, integritas lembaga publik, dan kepercayaan masyarakat.

 

Sebab pada akhirnya, yang patut dikenang dari sebuah bantuan bukanlah siapa yang paling banyak mengambil panggung, melainkan seberapa besar amanah publik dijaga dan seberapa tulus manfaat itu dirasakan oleh masyarakat.

 

*Wawan, S.E. (Pengamat Sosial Madura)