Hendra menyebutkan, betapa Ferry perlahan membangun kredibilitasnya. Misalnya, melalui wawancara podcast populer, ia mampu bergabung dengan tokoh-tokoh lain hingga meluncurkan Malaka Project tahun 2023 lalu.

“Perubahan ini menunjukkan sikap kritis Ferry yang tidak lagi terikat oleh birokrasi,” lanjut Hendra, sambil mencatat nama Ferry kini erat dikaitkan dengan pendidikan alternatif dan gerakan reformasi generasi muda.

Latar Pribadi dan Pendidikan Ferry Irwandi

Ferry Irwandi lahir di Kota Jambi pada 16 Desember 1991 dari keluarga berdarah Minangkabau.

Ayahnya, Irwandi, adalah dosen hukum tata negara di Universitas Jambi, sementara ibunya bekerja sebagai karyawan swasta.

Sejak SMP Ferry memang punya minat seni (teater dan film), namun ia memilih jalur akademis.

Ia menyelesaikan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), kemudian meraih gelar magister di Central Queensland University, Australia.

Pengetahuan akuntansi dan keuangan pun dilengkapi dengan minatnya pada filsafat dan media; saat kuliah ia aktif di klub film “SCENE”.

Pada tahun 2015, ia menikah dengan Muthia Nadhira dan dikaruniai dua anak. Kombinasi latar belakang itulah yang menurut Hendra, memberi Ferry pendekatan unik.

“Lulusan STAN yang paham fisipol, dan suami yang tahu tanggung jawab keluarga,” kesan Hendra, menggambarkan sosok Ferry dalam keseharian.