Ia sendiri menulis bahwa ini adalah tindakan akun-akun provokator yang merasa keberhasilannya digagalkan.

Namun demikian, Ferry tetap tenang. Di akun Instagram-nya, ia menjelaskan bahwa ancaman tersebut justru mempertegas keyakinannya berada di jalan yang benar.

“Ini sama sekali tidak membuat saya takut atau khawatir, justru sebaliknya, semakin mempertegas bahwa kita berada di jalur yang benar,” tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap narasi pemecah-belah. Sebagaimana ia ucapkan, “kepala harus dingin, dan tinju kita ke atas bukan ke samping” saat menghadapi lawan argumentasi.

Tekad Ferry tidak tergoyahkan, meski banyak ancaman, ia konsisten menyuarakan kebenaran dan mengingatkan warga agar berjuang bersama secara terorganisir.

Gagasan Besar Ferry: Stoikisme, Tan Malaka, dan Semangat Revolusi

Konten Ferry Irwandi kerap dibangun atas dasar pemikiran besar. Sejak 2017, ia mengaku menganut Stoikisme, filosofi Yunani yang mengajarkan ketenangan batin, kemandirian berpikir, dan keteguhan menghadapi rintangan.

Prinsip stoik itu tercermin dalam sikapnya yang tak terpengaruh godaan kekuasaan dan dalam konten-konten reflektifnya.

Di sisi lain, nama Malaka Project dan banyak kontennya berkaitan erat dengan Tan Malaka, pahlawan dan pemikir revolusioner.

Ferry sering mengutip pemikiran Tan Malaka sebagai motivasi; misalnya ia pernah memposting kutipan Tan Malaka: