Karier dan Transformasi Menjadi Influencer dan Aktivis Digital
Karier Ferry Irwandi berubah drastis setelah bergabung dengan dunia kreator konten. Meski berlatar belakang birokrasi, ia sering muncul dengan tampilan santai di layar. Seperti dalam foto wawancara di atas, itu karena ia ingin terkesan akrab dengan audiens.
Pada 2023 Ferry bersama beberapa selebritas internet (misalnya Jerome Polin, Coki Pardede, Cania Citta) resmi meluncurkan Malaka Project, sebuah inisiatif pendidikan digital untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Sebagai CEO Malaka Project, ia menempatkan organisasi ini sebagai wadah kolaborasi pendidikan dan diskusi kritis.
Melalui akun @malakaproject.id, Ferry dan timnya menjalin kerja sama dengan kampus-kampus, mengadakan monolog, talkshow, game interaktif, serta pertunjukan seni dan komedi.
Malaka juga mengelola kanal YouTube yang menampilkan podcast bersama narasumber berpengaruh (dr. Tirta, Felix Siauw, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, Tom Lembong, dan lain-lain).
Langkah ini menegaskan visi Ferry: membentuk generasi muda yang kritis dan berpikiran bebas, dengan jalan pendidikan nonformal ketimbang “jebakan” birokrasi.
Gerakan 17+8, Tragedi 28 Agustus 2025, dan Perannya dalam Aksi Massa
Akhir Agustus 2025 menandai puncak protes rakyat terhadap pemerintahan. Pada malam 28 Agustus, demonstrasi mahasiswa dan buruh meledak menjadi kerusuhan besar setelah seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan tewas ditabrak kendaraan taktis polisi.
Peristiwa tragis itu memicu kemarahan luas: pengemudi ojek daring lainnya bergabung, tuntutan disuarakan di berbagai wilayah.