Hingga kini, upaya penelusuran identitas ribuan anak asal Indonesia tersebut masih terus berlangsung. Yayasan Ibu Indonesia bersama sejumlah relawan mendorong pemerintah membuka akses terhadap arsip kependudukan lama yang belum terdigitalisasi agar proses pencocokan identitas dapat dilakukan dengan lebih mudah.

 

Selain itu, koordinasi dengan aparat penegak hukum juga terus dilakukan untuk menelusuri laporan anak hilang yang terjadi pada dekade 1970 hingga 1980-an. Harapannya, semakin banyak korban yang akhirnya dapat mengetahui jati diri mereka dan dipertemukan kembali dengan keluarga kandung setelah puluhan tahun terpisah.