Namun, hubungan kekerabatan politik tersebut perlu dibedakan dari perjalanan politik Dedi sendiri yang sudah dibangun sejak akhir 1990-an.
Baca Juga:Agus Harimurti Yudhoyono: Dari Prajurit Tangguh ke Menteri Koordinator Pembangunan Wilayah
Anak Desa Menjadi Tokoh Politik Nasional
Ada satu benang merah yang terlihat dalam perjalanan panjang Dedi Mulyadi.
Ia tidak pernah sepenuhnya meninggalkan identitas yang dibentuk oleh masa kecilnya.
Kampung Sukadaya, sawah, kehidupan petani, budaya Sunda dan pengalaman hidup masyarakat bawah justru menjadi bagian dari bahasa politik yang ia gunakan hingga sekarang.
Itulah yang membuat sosok Dedi berbeda dibanding sebagian politisi yang tumbuh sepenuhnya dari lingkungan elite politik.
Dedi membangun kariernya dari bawah.