Ayahnya dikenal sebagai pensiunan Tentara Prajurit Kader, sedangkan ibunya merupakan aktivis Palang Merah Indonesia.
Latar belakang keluarga inilah yang turut membentuk kehidupan Dedi sejak kecil.
Keluarganya hidup sederhana dan dekat dengan dunia pertanian.
Dedi kecil terbiasa membantu orang tua mengolah sawah, menggembala domba, menyabit rumput dan melakukan pekerjaan lain yang lazim dilakukan masyarakat perdesaan.
Dalam sebuah tulisan autobiografis yang pernah dimuat pada 2009, Dedi menggambarkan masa kecilnya sebagai bagian dari kehidupan desa yang penuh kerja keras.
Ia menyebut kebiasaan menggembala ternak, mencari rumput dan mengumpulkan kayu bakar sebagai bagian dari kehidupannya sejak sekolah dasar hingga SMA.